Twitter dan Facebook Diserang

Republika : Senin, 10 Agustus 2009 pukul 01:59:00

Twitter merupakan target yang mudah bagi para hacker. SAN FRANCISCO — Situs jejaring sosial, Twitter dan Facebook diserang. Pada Kamis (6/8), kedua situs ini mengalami gangguan layanan akibat diserang hacker yang disebut Denial of Service (DoS). Serangan DoS membuat para pecinta Twitter dan Facebook untuk sejenak tak bisa mengakses kedua situs tersebut. Serangan ini kemudian memicu spekulasi adanya kampanye terencana menentang situs ini. Serangan terjadi sebulan setelah situs Gedung Putih diserang. Selain itu, insiden ini juga menegaskan bahwa situs jejaring sosial sangat rentan diserang. Sebab, situs semacam ini tak hanya sarana untuk saling berinteraksi bagi manusia sejagat, tetapi juga telah digunakan sebagai alat perlawanan politik. Biz Stone, salah satu pendiri Twitter, Kamis, menyatakan, pihaknya tak mau berspekulasi mengenai motivasi serangan yang membuat situs tersebut offline dan tak bisa diakses selama beberapa jam pada hari serangan terjadi. ”Twitter dan beberapa perusahaan dan situs layanan yang terpengaruh oleh serangan ini melihat bahwa hal itu merupakan serangan masif yang terkoordinasi,” kata Stone. Seperti Twitter, Facebook juga menyimpulkan bahwa ini merupakan serangan DoS. Saat akses Twitter pulih kembali, banyak pengguna kedua situs itu menyampaikan keluhannya mengenai gangguan akses yang mereka alami. ”Sekarang saya tahu, saya kecanduan Twitter. Saya tak menjalani ritual harian di Twitter,” kata seorang pengguna Twitter. Selain Twitter dan Facebook, dikabarkan Google juga mengalami serangan yang sama. Demikian pula dengan LiveJournal. Dalam pernyataannya di surat elektronik, Google menyatakan, mereka melakukan kontak dengan situs lainnya untuk membantu penyelidikan. Pakar keamanan mengungkapkan, motif serangan DoS bisa politis hingga pemerasan. Ancaman terhadap situs ternama yang dilakukan sejumlah kelompok kriminal kini juga mengalami peningkatan. Mereka bertujuan meraup uang. Menurut mereka, kelompok tunggal bisa jadi berada di balik serangan yang terjadi pada Twitter, Facebook, dan situs lainnya. Di sisi lain, para hacker juga mengembangkan kemampuan mereka untuk menyerang sejumlah situs dalam satu kali serangan. ”Sejarah akan mengungkapkan kepada kita kemungkinan penyerang atau kelompok penyerang yang sama melakukan kedua serangan seperti itu,” ujar Kevin Prince, seorang kepala teknologi pada penyedia layanan keamanan, Perimeter Security. Prince menambahkan, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari serangan DoS, namun mahal. Sementara itu, Robert Scobble, seorang komentator industri teknologi, menyatakan, ini hanyalah sebuah gangguan. ”Ingat, ini juga dialami Twitter pada 2007 dan 2008,” kata Scobble. Ia merujuk pada periode di mana bertambahnya lalu lintas di Twitter membuat layanan mereka terganggu. Pada Juli lalu, gelombang serangan serupa telah mengganggu akses sejumlah situs populer di AS dan Korea Selatan (Korsel), termasuk situs Gedung Putih. Badan intelijen Korsel bahkan telah mengarahkan telunjuknya pada Korut yang ada di balik serangan itu. Menurut Steve Gibson, presiden Gibson Research Corp, sebuah perusahaan riset keamanan internet, Twitter merupakan sebuah target yang mudah bagi para hacker. Hingga Juni, pengunjung Twitter telah mencapai 44,5 juta orang. reuters/ferry kisihandi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: