Berburu Gelar ke Negeri Matahari Terbit

SINDO : Wednesday, 07 October 2009 JEPANG menjadi negara favorit bagi pelajar Indonesia dalam menuntut ilmu.Terbukti angka pelajar Indonesia di Jepang mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Pemerintah Jepang pun sibuk berbenah diri menyambut kedatangan para pelajar asing.Dewasa ini tidak lagi sulit bagi seseorang untuk mendapatkan informasi mengenai pendidikan di Jepang. Mulai sistem pendidikan, lembaga pendidikan yang menyelenggarakan kursus bahasa Jepang hingga program doktor, informasi beasiswa sampai prosedur belajar ke negeri ini, seluruh informasi itu sudah tersedia. Negara pencipta teknologi mutakhir tersebut juga semakin terekspos lewat berbagai pameran maupun seminar pendidikan yang makin giat diadakan. Bulan Agustus lalu misalnya, sebuah sekolah bahasa Jepang yang berlokasi di Bali,Pandan College, mengadakan pameran sekaligus seminar pendidikan Jepang dengan mendatangkan belasan sekolah bahasa Jepang yang ada di negara tersebut. Minggu lalu giliran Japan Student Services Oranization (JASSO) dan PERSADA Indonesia (Perhimpunan alumni dari Jepang) yang menyelenggarakan pameran pendidikan di Jakarta dan Surabaya sebagai bagian dari rangkaian Jak-Japan Matsuri. Tercatat sebanyak 31 institusi pendidikan yang berpartisipasi dalam acara ini, meliputi sekolah bahasa Jepang, universitas negeri dan swasta. Respons masyarakat terhadap pameran ini cukup tinggi. Mereka antusias mendatangi stan-stan yang ada untuk bertanya. Chief Department of Japanese dari College of Business and Communication Takashi Ishijima yang menjadi salah satu peserta pameran pendidikan Jepang yang diselenggarakan di Hotel Nikko pada bulan Agustus silam mengatakan Indonesia merupakan pasar potensial. ”Apalagi, remaja Indonesia relatif dekat dan menyukai kultur populer Jepang,”ujarnya. Chief Manager International Projects Department ARC Academy Yamamoto Masahiko mengungkapkan pendapat senada.Meski jumlah siswa Indonesia sekolah bahasa Jepang ini relatif minim, ia menargetkan pada tahun depan angka pelajar dari Indonesia akan meningkat. ”Karena sekarang ini sosialisasi (studi ke Jepang) makin digencarkan pemerintah,” katanya dalam pameran pendidikan Jepang yang berlangsung hari Sabtu (3/10) lalu di Jakarta. Sebab,survei membuktikan setiap tahunnya jumlah pelajar asing yang mengenyam pendidikan ke negara ini mengalami pertumbuhan yang signifikan.Tahun ini saja jumlah pelajar asing mencapai 130.000 orang,bandingkan dengan angka tahun lalu sebanyak 118.000 pelajar. Dari jumlah ini, mahasiswa Indonesia adalah sebanyak 1.800.Sementara pada tahun 2008 jumlah mahasiswa Indonesia sebesar 1.500.Ia menuturkan,para pelajar ini tidak hanya terpusat di satu daerah,juga menyebar ke berbagai daerah. Angka ini masih jauh dari yang ditargetkan pemerintah Jepang yakni sebesar 300.000 pelajar asing. Para mahasiswa Indonesia yang studi ke Jepang ini kebanyakan memilih jurusan teknik, seperti teknik informatika maupun desain komputer yang jumlahnya mencapai 549 mahasiswa.Menyusul ilmu sosial di peringkat kedua dan humaniora di posisi ketiga sebagai bidang studi yang paling diminati. Mereka yang mengambil kedokteran, kedokteran gigi, farmokologi, dan pertanian juga cukup banyak jumlahnya. Menurut Ken Noguchi selaku Kepala Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, kebudayaan Jepang,seperti bahasa dan seni animasi sebenarnya juga banyak diminati pelajar internasional. Namun sayang, belum banyak universitas yang mengadakan jurusan tersebut. ”Karenanya, jika menggemari budaya Jepang seperti anime atau manga, pelajar harus mengikuti kursus sendiri,”ucapnya. Ritsumeikan Asia Pacific University merupakan perguruan tinggi yang banyak menyedot pelajar dari Indonesia. Universitas yang berada di Oita ini menawarkan beberapa kelebihan. Di antaranya, sistem pendidikan dua bahasa (Inggris dan Jepang) yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menguasai kedua bahasa itu. Juga ada lingkungan yang multikultural, baik pada sisi mahasiswa maupun pengajarnya. Selain itu, universitas tersebut juga tidak mensyaratkan penguasaan bahasa Jepang pada waktu pendaftaran. Ditambah lagi, perguruan tinggi tersebut juga memiliki penempatan tenaga kerja di atas 95% dalam tiga tahun terakhir dan menawarkan beasiswa berupa pengurangan biaya kuliah mulai 30%-100%. Universitas lain yang juga menjadi destinasi pelajar di antaranya University of Tokyo, Kyushu University, Tokyo Institute of Technology, dan Osaka University.Di sana, para pelajar asing diperlakukan bak tamu agung dan disambut dengan tangan terbuka oleh pemerintah. Pemerintah Jepang menerapkan berbagai kebijakan mengenai penerimaan pelajar internasional tersebut. Sebut saja membangun asrama untuk pelajar asing,memberikan izin kerja paruh waktu 28 jam per minggu, meniadakan persyaratan penjamin dalam pengajuan visa.Namun demikian, pelajar asing ini diwajibkan mengambil Examination for Japanese University Admission (EJU). Ke depan, pemerintah akan mengambil langkah lain. Seperti memperkuat pelayanan informasi tentang studi ke Jepang, mempermudah prosedur belajar ke Jepang, memperbaiki sistem universitas di Jepang.Di antaranya memperbanyak kuliah dalam bahasa Inggris, memperbaiki lingkungan penerima pelajar asing lewat membangun asrama, serta meningkatkan dukungan untuk mendapat kerja di Jepang. Noguchi mengatakan, untuk membantu mahasiswa internasional agar bisa menguasai bahasa dan kebudayaan Jepang, pemerintah Jepang menjalin kerja sama dengan pihak swasta membangun lembaga budaya Jepang. ”Saat ini sekitar 600 lembaga budaya Jepang sudah tersebar di seluruh daerah,”ucap Noguchi. (sri noviarni)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: