Berfikir Maju Untuk Tumbuh

 

Diambil dari : SINDO, 11 Oktober 2009

Dampak krisis global terhadap pertumbuhan ekonomi secara jangka pendek menjadi tidak menentu. Sehingga pembuat kebijakan harus mampu melampaui masalah ini untuk meraih peluang tumbuh di masa depan.

 

Laporan Global Risk Network Risk dari World Economic Forum (WEF) yang berjudul “Global Growth a Risk”,mengungkapkan bahwa para pemimpin negara-negara di dunia harus mampu melihat melampaui masalah yang ditimbulkan dari dampak krisis global.Riset itu menemukan bahwa dunia akan semakin terbagi saat ini.Yakni antara sebagian negara yang mampu mencatatkan pertumbuhannya,sementara yang lainnya mengalami penurunan kinerja perekonomiannya.

Director and Head of Global Risks Network WEF Sheana Tambourgi menyatakan dibalik prediksi perekonomian yang disampaikan oleh International Monetary Funda (IMF) tentang penurunan pertumbuhan global, menyimpan banyak kisah sukses. China, India, dan Rusia serta beberapa negara Teluk akan tetap mencatatkan pertumbuhan pada 2009 ini. Dibalik perekonomian global yang negatif saat ini, ada banyak bukti tentang pemain-pemain baru dalam perekonomian dunia yang akan sangat berperan dalam pertumbuhan global.

“Juara-juara baru ini akan secara signifikan memaikan perananya di ekonomi dunia, dan siapa yang tetap berada pada posisi yang kuat akan mendapatkan manfaat dari pertumbuhan dunia di masa mendatang,”ujarnya. Sementara dalam level industri, sektor energi,makanan,telekomunikasi, dan sektor jasa semuanya masih akan menunjukkan kinerjanya yang kuat. Para pemimpin perusahaan dari sektor ini,memiliki pendapat yang sama.Yakni, mereka mengakui bahwa kondisi perekonomian memang sedang tidak menentu.Namun pasar baru sedang terbuka dan peluang ini harus diambil.

Kondisi krisis telah mengakibatkan akses terhadap permodalan menjadi lebih sulit,namun yang pasti tidak akan ada kekurangan permodalan secara global. Berdasarkan catatan Institute of International Finance, Negara-negara Teluk telah menambahkan investasi sebesar USD215 miliar untuk pasar modal mereka pada tahun 2007.Total aset mereka termasuk bank sentral, diestimasikan sebesar USD1,8 triliun,yang diperkirakan akan meningkat menjadi USD2,4 triliun.

“Pertanyaannya adalah siapa yang akan mengambil keuntungan dari situasi saat ini,”ungkap Tambourgi. Melihat kedepan,akan ada tiga tren sedang muncul dan berpengarug terhadap prospek pertumbuhan masa depan perusahaan, negara, dan dunia. Menurut Tambourgi, pertama adalah negaranegara baru yang memiliki pertumbuhan cepat dengan jumlah penduduk besar dan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah dengan China dan India yang beperan.

Kedua, terkait dengan meningkatnya permintaan dan kompetisi internasional dalam hal mendapatkan permodalan, energi,konsumsi dan skill akan tumbuh secara berkelanjutan. Ketiga, pentingnya pert-umbuhan diletakkan pada inovasi dan teknologi sebagai sumber solusi untuk mengatasi masalah global. Tiga tren tersebut akan menjadi tantangan namun juga menawarkan kesempatan baik bagi kalangan bisnis dan masyarakat yang telah menempatkan diri mereka secara tepat.

Salah satu dari tantangan dan peluang terbesar dalam tiga tren tersebut akan terjadi secara berkelanjutan. Kependudukan dan ekonomi akan berubah dan mengambil tempat di negara-negara sehingga mewakili peluang pertumbuhan. Juga akan terjadi peningkatan permintaan tidak hanya terhadap sumber daya energi dan air, namun juga pada permodalan dan manusia trampil.Secara jelas,perusahaan- perusahaan akan bersaing ketat di dunia internasional atas sumber daya tersebut.

Namun struktur mereka,ukuran dan lokasi akan bekerja sesuai dengan konteks mereka. Kebanyakan perusahaan dijalankan dalam situasi ekonnomi dinamis dan kebanykan dikelola secara swasta.Umumnya ditangani oleh pemilik atau pendirinya sendiri, yang akan mendorong mereka untuk ulet dalam antusiasme dan fokus pada pertumbuhan. Untuk beberapa negara, mereka akan mengalami kekurangan bukti tentang pasar modal yang dominan berarti sektor industri swasta mereka lebih terbuka terhadap permodalan swasta.

Ketika ingin memiliki kinerja menarik,diantaranya, yang merupakan bagian dari dua faktor mungkin akan berguna bagi perusahaan kecil. Sementara angka moderat Unnika Aramaja untuk brai drain yang merupakan efek dari terumbuhan adalah meningkatnya kegiatan kewirausahaan dalam banyak pasar dan sektor. Dalam dua dekade terakhir juga ditunjukkan bahwa kewirausahaan akibat aktifitas tumbuh di negara-negara yang awalnya mereka seharusnya ke luar negeri dan tertangan.

Meskipun ketidakmentuan global berperngaruh pada tren global dan resiko sehingga digantikan yang biasanya. Bagaimanapun, analisis isu global tidak hanya membantu strategi untuk risiko dan stidaknya akan membantu para pemimpin di dunia,untuk mengidentifikasi peluang bisnis baru dalam waktu dekat.Lebih penting adalah skala di tengah risiko global bukan oleh kalagan bisnis maupun pemerintah. Sebagaimana mereka menumbuhkan bisnis mereka, para pemimpin harus secara aktif untuk memperluas jaringan komunitas bisnis, pada level lokal dan internasional guna menjelajahi solusi baru.

“Kesimpulannya bahwa pemerintah dan sektor ekonomi yang mampu melewati kondisi saat ini, harus siap untuk melihat ke depan, dan menjelajahi gelombang baru masa depan yang akan datang. Jika perusahaan bisa mengkombinasikan kekuatan mereka dan pengetahuan tentang pasar dengan pemahaman tentang tren dan risiko global,serta bagaimana mereka selamat dan bisa memulai persiapan untuk masa depan, ketimbang hanya menunggu atas apa yang akan terjadi,”tambah Tambourgi. (abdul malik/islahuddin)

Indeks Daya Saing
1. Belanda : 5, 32
2.Jerman : 5, 37
3. Swiss : 5, 6
4. Swedia : 5, 51
5. Finlandia : 5, 43
6. Singapura : 5, 55
7. Indonesia : 4, 26
8. Jepang : 5, 37
9. Amerika Serikat : 5, 59
10. Kanada : 5, 33
11. Denmark : 5, 46
sumber : world economic forum, 2009

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: