Kelulusan UN SMA/MA Diumumkan Hari Ini

Di Bali, Banyak Siswa Tidak Lulus Bahasa Indonesia

Senin, 26 April 2010 | 03:29 WIB

Jakarta, Kompas – Kelulusan ujian nasional untuk tingkat SMA dan madrasah aliyah akan diumumkan Senin (26/4) ini. Baik orangtua maupun guru diminta untuk memerhatikan kondisi psikologis siswa yang tidak lulus dan harus mengulang pada awal Mei mendatang.

”Tingkat stres anak sudah tinggi sejak awal sebagai akibat jadwal ujian nasional (UN) yang dimajukan. Ditambah lagi ada beberapa materi yang tidak ada di kisi-kisi soal,” ujar pengamat pendidikan Darmaningtyas, Sabtu (24/4).

Pada penyelenggaraan UN kali ini pemerintah memberikan kesempatan perbaikan bagi siswa yang tidak lulus dengan UN ulangan. Namun, menurut Darmaningtyas, mental siswa pasti sudah jatuh jika ia dinyatakan tidak lulus sehingga belum tentu hasil UN ulangan akan menjadi lebih baik dan lulus.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menekankan, UN bukanlah faktor penentu kelulusan siswa, melainkan hanya pemetaan mutu pendidikan. Hasil UN diserahkan kepada sekolah untuk digabungkan dengan hasil ujian lain.

Pengamat pendidikan Arif Rahman memuji langkah pemerintah yang dianggapnya sebagai kemajuan karena UN memang bukanlah penentu kelulusan. Untuk menentukan siswa lulus atau tidak, hasil UN harus diramu terlebih dahulu dengan ujian sekolah, ujian praktik, ujian harian, akhlak mulia, dan budi pekerti.

”Yang ketuk palu lulus atau tidaknya siswa itu, ya, kepala sekolah sehingga untuk melihat persentase kelulusan, kita harus tunggu kepala sekolah,” kata Arif.

Namun, terlepas dari kemajuan itu, Arif mengingatkan rumus kelulusan UN harus dikaji ulang. Pasalnya, standar penilaian yang digunakan saat ini adalah standar mutlak. Padahal, seharusnya yang digunakan standar norma (standar penilaian yang digunakan atas pertimbangan kondisi setiap daerah yang berbeda-beda).

”UN harus memenuhi asas bermutu, berkeadilan, dan efisiensi. Sekolah-sekolah yang fasilitas kegiatan belajar-mengajar dan gurunya belum memadai seharusnya dilihat dan dipertimbangkan untuk menentukan nilai kelulusan,” kata Arif.

Menurut Nuh, dari hasil evaluasi penyelenggaraan UN, pihaknya akan melakukan intervensi kebijakan untuk memberikan penguatan-penguatan pada kabupaten/kota atau sekolah-sekolah yang memiliki siswa tidak lulus UN. Penguatan-penguatan itu, antara lain, adalah peningkatan kualitas guru hingga dukungan fasilitas kegiatan belajar-mengajar jika memang faktor itu masalahnya.

Mengejutkan

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, tingginya siswa SMA/MA/ SMK yang tidak lulus, yakni sekitar 9.237 murid, sangat mengejutkan. Karena jumlah ini meningkat drastis dibandingkan tahun 2009, yang hanya 1.825 siswa.

Berdasarkan evaluasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah DIY, persentase ketidaklulusan tertinggi terdapat pada jurusan IPS SMA, yaitu 30,24 persen atau 3.287 murid. Sebagian besar murid jatuh pada mata uji Geografi. ”Nilai rata-rata mata uji Geografi tahun ini terendah di SMA Jurusan IPS. Banyak yang tidak bisa memenuhi standar kelulusan UN 5,5,” kata Ketua Panitia Pelaksana UN DIY Baskara Aji, Minggu.

Di jenjang SMK, SMA Jurusan Bahasa, dan SMA Jurusan Agama, penyebab ketidaklulusan tertinggi adalah mata uji Bahasa Inggris dengan nilai rata-rata terendah dibandingkan dengan mata uji lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DI Yogyakarta Suwarsih Madya mengatakan, turun drastisnya angka kelulusan di DIY sejauh ini belum bisa dipastikan faktor penyebabnya. Salah satu penyebab diduga karena banyak beredarnya kunci jawaban palsu lewat SMS sebelum pelaksanaan UN di DIY. ”Tapi, faktor penyebab ini masih akan kami evaluasi lagi,” ujarnya.

Di Bali, angka kelulusan ujian nasional tingkat SMA/SMK di Bali tahun 2010 merosot. Jumlah siswa yang tidak lulus 1.093 orang, jauh di atas tahun sebelumnya yang hanya 66 orang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali Wayan Suasta di Denpasar, Minggu, mengungkapkan, angka ketidaklulusan paling tinggi ditemukan di Buleleng, sementara terendah di Bangli.

”Sebagian besar ketidaklulusan karena rendahnya perolehan nilai pada mata pelajaran Bahasa Indonesia,” ujarnya. (LUK/IRE/BEN/CHE)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: